Seluruh konten berita Linggaufakta.my.id dilindungi UU No. 28 Tahun 2014.
LUBUKLINGGAU – Proyek jalan yang belum genap berusia beberapa bulan di Kelurahan Karya Bakti, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, kini menjadi sorotan publik setelah kondisinya rusak parah dan memicu gelombang kekecewaan warga.
Hasil pantauan lapangan pada Jumat (6/2/2026) menunjukkan kondisi jalan yang seharusnya masih mulus justru telah mengalami kerusakan serius. Aspal tampak terkelupas, sejumlah titik amblas, dan lubang-lubang mulai bermunculan, sehingga menimbulkan kekhawatiran pengguna jalan serta memicu pertanyaan besar mengenai kualitas pekerjaan proyek tersebut.
Sejumlah warga setempat mengaku kecewa karena jalan yang baru selesai dikerjakan pada akhir tahun lalu kini sudah tidak lagi layak dilalui dengan nyaman. Mereka menilai kerusakan yang terjadi terlalu cepat dan tidak wajar untuk proyek yang baru saja rampung.
“Kami sangat kecewa. Baru selesai akhir tahun kemarin, sekarang sudah hancur. Kalau begini, bagaimana kualitas pengerjaannya?” ujar Darli, warga sekitar lokasi.
Warga lain, Untung, juga mempertanyakan standar mutu proyek yang dinilai tidak bertahan lama. Menurutnya, masyarakat membutuhkan infrastruktur yang berkualitas, bukan sekadar proyek yang terlihat bagus saat serah terima tetapi cepat rusak setelah digunakan.
Kerusakan jalan tersebut memunculkan berbagai dugaan di tengah masyarakat. Selain faktor lalu lintas kendaraan berat seperti dump truck pengangkut material proyek di sekitar lokasi, warga juga mempertanyakan kemungkinan kualitas material dan ketebalan aspal yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis.
Sorotan pun mulai mengarah kepada dinas teknis terkait, khususnya instansi yang menangani pekerjaan infrastruktur jalan di Kota Lubuklinggau. Masyarakat meminta adanya penjelasan terbuka mengenai kualitas pengerjaan, proses pengawasan proyek, serta langkah perbaikan yang akan dilakukan.
Sejumlah tokoh masyarakat mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut, termasuk pemeriksaan teknis terhadap pekerjaan kontraktor pelaksana, guna memastikan apakah kerusakan terjadi akibat faktor beban kendaraan semata atau terdapat persoalan kualitas konstruksi.
Warga berharap Pemerintah Kota Lubuklinggau melalui dinas terkait segera turun langsung melakukan pengecekan lapangan, memperbaiki kerusakan yang ada, serta memperkuat pengawasan terhadap proyek infrastruktur ke depan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Jalan ini menggunakan uang rakyat, jadi kualitasnya juga harus benar-benar untuk rakyat,” tegas salah satu warga.(***)
Sumber:https://www.informasijitu.com
Jumlah Pembaca Asli:
Peringatan Hak Cipta:


