Seluruh konten berita Linggaufakta.my.id dilindungi UU No. 28 Tahun 2014.
PALEMBANG — Bupati Musi Banyuasin (Muba) H M Toha Tohet SH menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Sinergi Program Pengentasan Kemiskinan se-Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 yang digelar di Griya Agung Palembang, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis memperkuat kolaborasi antar pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan.
Bupati Muba hadir bersama Asisten I Setda Muba H Ardiansyah SE MM PhD CMA, Kepala BPS Kabupaten Muba Trio Wira Dharma SST MM, Plt Kepala Dinas Sosial Deny SH MSi, Plt Kepala Dinas Kominfo Daud Amri SH, Kabag Perekonomian Adi Manopo MPd, serta Kabag Prokopim Agung Perdana SSTP MSi.
Rakor dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Dr H Herman Deru bersama Wakil Gubernur Cik Ujang, serta dihadiri Kepala BPS Sumsel Muhammad Wahyu Yulianto dan seluruh bupati/wali kota se-Sumatera Selatan.
Kegiatan diawali dengan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat yang disampaikan Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam paparannya, ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat tumbuh 5,11 persen (year on year), dengan pertumbuhan triwulan IV mencapai 5,39 persen, menjadi capaian kuartalan tertinggi sejak pandemi Covid-19.
Sementara itu, Kepala BPS Sumsel Muhammad Wahyu Yulianto menyampaikan bahwa persentase penduduk miskin di Sumatera Selatan pada September 2025 berada di angka 9,85 persen, turun 0,30 persen poin dibandingkan Maret 2025. Jumlah penduduk miskin tercatat 898,24 ribu orang, berkurang sekitar 21,4 ribu orang. Pertumbuhan ekonomi Sumsel sendiri mencapai 5,35 persen, tertinggi kedua di Pulau Sumatera, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 3,59 persen.
Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh kabupaten dan kota. Menurutnya, keberhasilan program pembangunan daerah sangat berpengaruh terhadap kinerja ekonomi provinsi maupun nasional, terutama melalui peningkatan pendapatan masyarakat dan pengendalian biaya hidup.
Selain itu, pemerintah daerah juga diajak berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026, dengan membuka akses seluas-luasnya bagi petugas sensus hingga tingkat RT dan RW guna menghasilkan data yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan.
Di sela kegiatan, Bupati Muba H M Toha Tohet SH menyampaikan bahwa Kabupaten Musi Banyuasin pada 2025 berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 12,88 persen menjadi 9,97 persen, sehingga untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade angka kemiskinan Muba berada pada posisi satu digit.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil konsistensi kebijakan dan intervensi program pengentasan kemiskinan yang dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan multiple interventions sebagaimana direkomendasikan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
“Program penanggulangan kemiskinan diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin dan kelompok rentan, mulai dari menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, pengurangan beban pengeluaran, hingga peningkatan pendapatan masyarakat,” ujar Bupati Toha.
Berbagai program yang dijalankan antara lain pengendalian harga melalui TPID dan operasi pasar, bantuan sosial seperti Bantuan Tunai Bantu Umak, Bakul Nasi, dan Jamkesda, serta peningkatan ekonomi masyarakat melalui program Pedas Nia, KUBE/UEP, Program Keluarga Maju, dan Jaminan Ketenagakerjaan Pakai Kelambu. Upaya lainnya juga dilakukan melalui peningkatan layanan dasar, pembangunan infrastruktur, perbaikan kualitas perumahan, serta peralihan layanan listrik dari MEP ke PLN.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Muba juga menandatangani komitmen bersama untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026, sebagai bentuk dukungan Pemkab Muba dalam memperkuat basis data pembangunan sekaligus memastikan keberlanjutan program pengentasan kemiskinan di daerah
Jumlah Pembaca Asli:
Peringatan Hak Cipta:

